Seperti biasa, menunggu kereta sudah menjadi rutinitasku diwaktu petang.
Di jam pulang kerja seperti ini kereta menjadi sangat sesak belum lagi persaingan untuk mendapatkan tiket yang terbatas disetiap pemberangkatannya.
Untung saja rutinitas ini akan segera berakhir beriringan dengan usainya kuliahku.
Tapi setelah kejadian itu, aku malah menantikan saat seperti itu terulang kembali. Iya, semenjak petang itu aku selalu berandai-andai petang itu akan terulang kembali. Petang itu akan terjadi lagi.
Berjumpa sesosok gadis berkerudung biru yang sedikit acak-acakan membawa ransel yang lebih besar dari tubuhnya, mengibas-ngibaskan tangannya untuk menghilangkan pengap dalam kereta itu. Dia berdiri tepat didepan pintu kereta. Mungkin agar tidak terlalu kepanasan, beberapa kali terdorong oleh orang-orang yang sedang menaiki kereta. Tubuh mungilnya terlihat begitu rapuh, tanpa sadar mata coklatnya yang indah menangkap basah diriku yang telah memperhatikannya sejak awal aku naik kereta. Beberapa kali kulihat dia mengotak-atik androidnya, hanya untuk mengganti lagu yang sedang dia dengarkan sepertinya.
Tidak terasa kereta tiba di stasiun pemberhentian terakhir, aku tahu dia mungkin tinggal di daerah yang sama denganku. Kuberanikan diri untuk menyapanya namun saat kulihat kearahnya dia sudah turun dari kereta bersama rombongan penumpang yang sudah turun. Aku hanya bisa memandang kepalanya yang perlahan menghilang tertelan kerumunan itu. Sejak saat itu aku selalu menunggu petang itu tiba padaku lagi.
#NulisRandom2015